NARASIOTA.COM: KPPS Pangandaran
VIRAL ! ! Anggota KPPS Berparas Cantik Dipecat KPU Karena Hal Ini, Netizen : "Kasian, Padahal Baru Dilantik"

VIRAL ! ! Anggota KPPS Berparas Cantik Dipecat KPU Karena Hal Ini, Netizen : "Kasian, Padahal Baru Dilantik"

Viral Anggota KPPS Cantik Dipecat Usai Pose Salam 2 Jari dan Sebutkan Nama PrabowoBeredar video seorang wanita cantik Helmi Herawati anggota Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara atau KPPS di Pangandaran dipecat setelah video salam dua jarinya viral di media sosial. Ia dianggap tidak netral dan tidak profesional hingga akhirnya diberhentikan atau dipecat.

VIRAL ! ! Anggota KPPS Berparas Cantik Dipecat KPU Karena Dianggap Tidak Netral dan Tidak Profesial, Netizen : "Padahal Baru Dilantik"

Dalam video berdurasi 17 detik tersebut nampak seorang wanita cantik mengenakan jilbab hitam dan kemeja batik merekam dirinya tengah duduk diapit dua teman wanita lainnya yang diduga sedang kumpul untuk mengikuti kegiatan bimtek anggota KPPS.


Video tersebut menjadi perbicangan ramai di media sosial dan sudah berkali - kali dibagikan di aplikasi WhatsApp, Instagram dan di Facebook. Dalam video, wanita cantik yang tergabung sebagai anggota KPPS menunjukkan salam dua jari dan menyebut nama Prabowo Subianto sambil berpose, petugas KPPS tersebut akhirnya diberhentikan.


Belakangan diketahui wanita dalam video viral itu, Helmi bertugas di TPS 8 di Desa Pagerbumi, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran.


Saat dikonfirmasi, Ketua KPU Kabupaten Pangandaran, Muhtadin, membenarkan kejadian dalam video itu di Pangandaran.


Muhtadin mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada Sabtu (27/1/2024) sebelum kegiatan bimbingan teknis KPPS.


"Itu anggota KPPS dan videonya sebelum Bimtek. Terus kemarin sore ada yang ngomong ke saya. Ya saya bilang pecat," ujar Muhtadin kepada sejumlah wartawan di satu hotel di Pantai Pangandaran, Minggu (28/1/2024) siang.


VIRAL ! ! Anggota KPPS Berparas Cantik Dipecat KPU Karena Dianggap Tidak Netral dan Tidak Profesial, Netizen : "Padahal Baru Dilantik"


Sementara itu, seorang anggota PPK Cigugur,  Jenal Abidin mengatakan memang sebelumnya si anggota KPPS itu suka bercanda, tapi videonya malah diupload di media sosial.


"Itu awalnya video offline berdurasi 26 detiktapi yang terupload di Facebook berdurasi 17 detik. Jadi di video itu ketua KPPS sempat mengingatkan untuk hati-hati jarinya. Tapi dia biasalah malah bercanda. Malah menyebut nomor dan nama calon," jelas Jenal.


Pihaknya mengaku sudah meminta klarifikasi dengan tahapan dari PPK ke PPS, dari PPS ke KPPS dan langsung yang bersangkutan. Dari hasil klarifikasi, memang Helmi mengaku tidak ada maksud dan tujuan mendukung salah satu pasangan calon Presiden nomor urut 2.


Akan tetapi setelah ditracking di Facebook, dia juga terkait simbol-simbol paslon lainnya juga ada dengan menunjukkan jari.


Akibat aksinya itu, hasil klarifikasi yang sudah dilakukan kemudian dikoordinasikan ke KPU Kabupaten Pangandaran dan mengarahkan untuk memberhentikan yang bersangkutan.


"Arahan KPU Kabupaten sepertinya aka diberhentikan. Karena sudah memenuhi unsur. Walaupun refleks, video itu sudah viral dan memang salah," ucap Jenal.


Setelah mendapatkan arahan dari KPU kabupaten Pangandaran, pihaknya pun sepakat untuk memberhentikannya.


"Pemilu ini memang pengalaman pertama dia menjadi anggota KPPS. Tapi alhadulillah setelah diberitahu akan diberhentikan yang bersangkutan juga menerimanya. Karena mungkin menyadari kesalahannya," jelas Jenal.

Formulir Kontak