NARASIOTA.COM: Bullying
 5 Jenis Buli yang Sering Terjadi serta Cara Mengatasi dan Mencegahnya

5 Jenis Buli yang Sering Terjadi serta Cara Mengatasi dan Mencegahnya

Cara Mencegah dan Mengatasi Bullying Pada Remaja di Sekolah dan Masyarakat

Cara Mencegah dan Mengatasi Bullying Pada Remaja di Sekolah dan Masyarakat

Cara Mengatasi Bullying - Mendengar kasus bullying di Indonesia sudah tidak lagi menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian orang tua, terlebih lagi bagi para pelaku bullying itu sendiri.


Akibat dari bullying sendiri bahkan berakhir merenggut nyawa seseorang alias kematian, namun hal tersebut tidak cukup menjadikan para pelaku bullying jera alias kapok dan ketakutan.


Oleh sebab itu, menghentikan bullying harus dihentikan oleh semua pihak, baik keluarga, sekolah ataupun pemerintah. Kenapa? Karena dampak sangat luas bagi korban bullying di sekolah, pesantren ataupun masyarakat seperti kehidupan sosial, kesehatan mental, kesehatan fisik, prestasi akademis bahkan keselamatan nyawa anak.


Jenis-jenis bullying juga tergolong beragam, mulai dari bullying secara verbal, fisik, sosial, hingga cyber bullying. Terlebih lagi perkembangan zaman yang semakin canggih menyebabkan anak zaman sekarang semakin dekat dengan digital dan menyebabkan rentan sekali menjadikan para pengguna media sosial terutama anak-anak atau remaja menjadi pelaku Cyber Bullying.


So, untuk mengatasi hal tersebut, sangat dibutuhkan peran penting kita semua untuk mencegah merambatnya sifat bullying baik di sekolah, pondok pesantren, rumah, juga dunia maya.


Pengertian Bullying


Apa Sih Itu Bullying?


Bullying adalah sebuah sikap atau perilaku Agresif yang terjadi terus-menerus yang di mana salah satu atau sekelompok orang yang berkuasa mengintimidasi, menyakiti, menyalahgunakan, atau memaksa individu lain dengan maksud menyakiti baik secara fisik maupun emosional.


Apa Arti Bullying dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)


Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), bullying atau biasa juga disebut perundungan adalah sebuah tindakan yang mengganggu, mengusik secara terus-menerus,menyusahkan, dan menyakiti.


Jadi, perundungan atau bullying tidak selalu sebatas fisik, tetapi juga mental dan emosional. Oleh karena itu, berbagai pihak seperti orang tua, guru, pemerintah dan masyarakat harus memahami betul apa itu bullying dan segala macam akibatnya agar tindakan perundungan atau bullying tidak mendarah daging di negara ini.


Mengetahui Jenis-jenis Bullying


Terdapat lima jenis bullying atau perundungan yang Guru Pintar wajib ketahui, antara lain :


  1. Physical Bullying (Perundungan Fisik)
  2. Verbal Bullying (Perundungan Verbal) dengan kata-kata tidak baik.
  3. Cyber Bullying (Perundungan Dunia Maya)
  4. Social Bullying (Perundungan Sosial)
  5. Sexual Bullying (Perundungan Seksual)


Jadi, dengan mengetahui macam dan jenis bullying yang kerap terjadi, guru dan masyarakat akan lebih mudah mengidentifikasi korban terkena bullying macam apa dan dengan cepat mengatasi dan mencegah bullying tersebut agar tidak terulang kembali.


Cara Mengatasi Bullying di Sekolah

Cara Mengatasi dan Mencegah Bullying di Lingkungan Sekolah

Sekolah hingga saat ini menjadi tempat yang sangat rentan terjadi bullying atau perundungan. Oleh sebab itu, guru dan seluruh warga sekolah harus cerdas mengambil langkah dan tindak bagaimana cara mengatasi serta mencegahnya. Terlebih lagi jika kasus bullying atau perundungan sudah terjadi, maka jangan tunda terlalu lama, segera hentikan bullying secepat mungkin. Stop Bullying di Sekolah!!!


Cara Mengatasi dan Mencegah Bullying di Lingkungan Sekolah


1. Memberikan Sosialisasi Terkait Bullying


Kasus bullying kerap menjadi bahan pemberitaan di mesia sosial atau media-media lainnya, hal tersebut dikarenakan kurangnya pengetahuan atapun pemahaman segala aspek tentang bullying.


Salah satu hal penting yang harus dilakukan oleh seluruh warga sekolah yang berwenang yakni memberikan sosialisasi kepada seluruh warga sekolah tanpa terkecuali agar dapat memahami dan memiliki  edukasi tentang bentuk-bentuk perundungan, dampak bullying, dan bagaimana cara menghindari bullying,yang dimana dapat meminimalisir potensi bullying di sekolah.


Sosialisasi bullying juga selain menggunakan lisan, sekolah juga dapat menggunakan poster-poster anti bullying yang ditempelkan dengan menyelipkan pesan anti bullying sebagai pembelajaran.


2. Deteksi Tindakan Bullying Secepatnya


Sebagai seorang guru atau warga dalam sebuah sekolah pendidikan harus peka dalam mendeteksi perilaku bullying atau perundungan yang dihadapi oleh siswa.


Segera hapuskan kebiasaan bullying atau perundungan sedini mungkin, seperti merampas milik teman, mengejek, mengolok atau memanggil nama teman dengan nama ayahnya, menghina bentuk fisik, menyakiti fisik, dan semacamnya. Apapun bentuk dalihnya, hal tersebut harus secepat mungkin di atasi.


3. Menciptakan atau Membuat Peraturan Tegas tentang Bullying


Menciptakan peraturan yang sekiranya dapat membuat pelaku bullying jera juga harus dilakukan sebagai salah satu usaha menghentikan tindakan atau sikap bullying di sekolah.


Dengan demikian para pelaku bullying mengetahui konsekuensi atau hukuman yang didapatkan jika mengulangi perundungan terhadap kawan atau siapapun.


4. Memberikan Dukungan Pada Korban Bullying


Cara mengatasi dan mencegah bullying berikutnya adalah memberikan dukungan yang pantas bagi para korban bullying di sekolah.


Korban bullying biasanya akan merasa ketakutan dan cemas dalam menjalankan kegiatan sehari-hari di sekolah atau di lingkungan di mana ia mengalami bullying. Oleh karena itu, beri dukungan berupa tunjukan kepada mereka bahwa guru dan temannya sangat peduli terhadap dirinya.


Dalam hal ini, jangan lupa bekerjasama dengan orang tua siswa untuk merubah mindset mereka bahwa ia di cintai oleh lingkungan sekitar sehingga mereka merasa aman dan dapat hidup secara normal kembali.


5. Mengajarkan Siswa Cara Melawan atau Menghadapi Bullying


Salah satu bentuk perlawanan terhadap pelaku bullying adalah melaporkan tindakan tersebut kepada guru, tidak harus melawan dengan kekerasan atau hal yang serupa sebagaimana pelaku bullying lakukan kepadanya.


Dengan begitu guru dan pihak sekolah dapat mengambil tindakan dengan cepat untuk menghentikan bullying tersebut agar tidak terulang kembali.


6. Memberikan Teladan dan Contoh yang Baik Kepada Siswa


Sikap bullying kepada anak sering terjadi akibat mencontoh perilaku segelintir orang di sekitarnya. Oleh karena itu, sebagai guru yang cerdas hendaknya memberikan contoh dan menjadi tauladan bagi para siswanya dengan berperilaku dan bertutur kata yang baik.


Sebagai guru atau tenaga pengajar jangan sampai memberikan hukuman verbal yang dimana tanpa disadari sudah termasuk kategori pembullyian atau merundung.


7. Membantu Pelaku Menghentikan Kebiasaan Bullying atau Merundung


Bullying jelas-jelas merupakan salah satu perilaku buruk dan tercela. Guru dan warga sekolah wajib membantu pelaku menghentikan sikap tersebut dengan memberikan peringatan dan motivasi agar tidak mengulangi hal tersebut dikemudian hari.


Penutup


Dampak bullying atau perundungan terhadap korban amatlah berbahaya. Sebagai contoh akibat dari bullying terhadap korban ialah depresi dan gangguan kecemasan, merasa sedih dan kesepian, terjadinya perubahan pada pola tidur dan makan, berkurangnya ketertarikan terhadap aktivitas yang sebelunya digemari, masalah mental, masalah kesehatan, menurunya prestasi akademis, hingga meninggal dunia. 


Terkhusus bagi pelaku, dampak bullying dapat mengakibatkan kriminalitas. Stop Bullying di Sekolah, Masyarakat, Pondok Pesantre, Tempat Kerja, dan Lingkingan Sekitar.

Formulir Kontak